Kembali ke masa sekarang, momentum 100 tahun kebangkitan nasional saat ini menjadi perhatian utama hampir dari semua media. Berbagai program, acara, liputan dan artikel menyuarakan semangat nasionalisme terkait dengan 100 tahunya kebangkitan nasional. Permasalahan ekonomi seperti kemiskinan sepertinya tidak pernah mau lepas dari kehidupan bangsa ini. Ironisnya, pemerintah pada akhir Mei ini berencana untuk menaikan harga BBM yang sungguh menyakitkan bagi warga negara indonesia yang mayoritas berada pada kelas ekonomi menengah-bawah.
Penulis sangat meyakini bahwa berbagai keterpurukan yang terjadi baik pada masa lalu dan masa saat ini adalah lemahnya sistem pendidikan yang dimiliki oleh bangsa ini. Inti permasalahan juga tidak pernah beranjak dari birokrasi dan KKN yang dilakukan oleh oknum pemerintah. Dana BOS yang ditujukan kepada warga yang tidak mampu masih belum menampakan hasil yang baik. Penghargaan terhadap profesi guru dinilai masih sangat rendah. Bagaimana guru dapat memberikan yang terbaik untuk muridnya apabila ia masih dihadapkan permasalahan untuk dapat mencari sesuap nasi.
Sudah seharusnya momentum yang baik ini tidak hanya berupa seremoni panjang yang kita lakukan disetiap tahun tanpa menghasilkan sesuatu. Dengan semanagat nasionalisme yang kerap dilantangkan pada akhir-akhir ini seharusnya tidak begitu saja padam tanpa menghasilkan sesuatu bagi bangsa ini. Penulis percaya bangsa ini memiliki generasi muda yang cerdas dan kreatif dalam menghasilkan sebuah karya terutama di bidang pendidikan.
Maju Generasi Muda, Maju Indonesia-KU :)