Showing posts with label Public Relations. Show all posts
Showing posts with label Public Relations. Show all posts

Tuesday, March 3, 2009

Managing Your Information by Media Monitoring



For communication practitioner, managing information is one of the most important jobs. Whether we are a PR or Marketing Manager in a multinational company, we should understand how the meaning and perception is constructed by the mass media. Specifically, we have to identify how the information is processed in information systems from input to the output as a result. Usually, we identify the public perception by doing media monitoring everyday to find out what issues that considered important in public.

It also said in information-processing model proposed by Mcguire in 1989 that explained the six stages in information processing. Starting from message exposure, attention to message, comprehension of message content, acceptance of the premises contained in message arguments that lead to opinion change and ended to attitude change. This concept is similar with media monitoring activity to understand how the message exposure in mass media as the input and will lead to create output which is changing people’s attitude.

As we understand how the information is disseminated and processed by public, communication practitioner needs to be proactive in communicating messages with the public rather than to be reactive with uncertainty upcoming issue. Moreover, in open system public and the free access information by Internet today, we should monitor the media either offline and online. When we understand how information is processed in certain information systems, we can communicate with the public effectively and efficiently.

Saturday, March 15, 2008

Why Regional Media?

Dalam konteks media relation, tidak dipungkiri bahwa menjalin hubungan baik dengan para journalist/wartawan adalah sebiah keharusan. Para PR manager atau Marketing manager pasti telah menyadari betapa pentingnya hal ini, namun seringkali para pebisnis hanya memusatkan terhadap media nasional yang dianggap memiliki coverage luas dan telah memiliki awareness tinggi seperti halnya Kompas, Media Indonesia, Bisnis Indonesia dan banyak lainya. Kini, media regional telah begitu pesat berkembang, tidak hanya dari sisi koran tetapi juga dari stasiun TV lokal dan situs daerah yang kini banyak bermunculan seperti di dalam http://www.garut.go.id yang secara aktif teruz memberikan berita terbaru dari kota garut dan banyak lagi dareh lainya.

Peran media ini nantinya akan menjadi informasi bagi para investor luar dan tentunya nanti akan membantu sektor UKM sebagai tulang punggung sektor perekonomian daerah, hal ini pula yang akan membantu tersebarnya pembangunan di daerah-daerah sehingga pembangunan tidak hanya terpusat di kota Jakarta sehingga diharapkan penyebaran penduduk dapat terjadi. Dapat disimpulkan bahwa peran dari reginal media juga memiliki kontribusi nyata pada pendapatan negara, dan ini merupakan sebuah kesempatan yang tidak boleh dilewatkan oleh para pemilik bisnis para product manager yang ingin memperluas Market Share ke daerah-daerah yang dianggap berpotensi.

Namun, perlu juga diperhatikan bahwa karakteristik media regional dengan media nasional memiliki perbedaan. Media regional lebih memusatkan terhadap niche market tertentu tidak meluas seperti media nasional walaupun sama-sama sebuah media massa. Kadang media regional banyak menggunakan daerah yang bersanggkutan, hal inilah yang perlu diperhatikan ketika ingin membuat suatu pemberitaan agar sebaiknya kata-kata yang digunakan lebih mudah dicerna oleh audiensi daerah, tidak harus jauh berbeda tapi harus mendapat perhatian lebih.

Saturday, January 5, 2008

Visit Indonesia 2008


Mengutip perkataan dari seorang pakar ekonomi Dr. Rhenald Kasali pada acara survey interaktif metro tv yang mengatakan bahwa salah satu cara untuk mendatangkan devisa bagi sebuah negara adalah dengan mengupayakan Pariwisata atau Tourism. Tidak diragukan lagi bangsa indonesia memiliki potensi yang sangat luar biasa dalam bidang pariwisata. Sejuta keindahan keanekaragaman budaya menggoda siapa saja untuk ingin melihatnya. Namun pada kenyataanya, mengapa kepariwisataan kita kurang dapat bersaing dengan beberapa tetangga sebelah yang sebenarnya tidak jauh lebih baik daripada kita ? .

Visit Indonesia 2008 sebuah program yang dibuat oleh kementrian budaya dan pariwisata indonesia yang saya harap akan mampu menjawab pertanyaan yang saya ajukan diatas tersebut. Dibutuhkan suatu kerjasama yang terintegrasi dari setiap pemerintah daerah dengan pemerintah pusat sehingga informasi tempat wisata dapat lengkap ditawarkan oleh target market. Tidak hanya turis asing yang menjadi target utama, melainkan turis lokal juga diharapkan mau berwista didaerah-daerah indonesia yang belum pernah dijelajahi sebelumnaya.

Bukan tugas mudah untuk mengubah persepsi dunia yang selama ini negara kita ini tidak aman dengan santernya terdengar isu-isu terorisme seperti bom bunuh diri yang pernah terjadi tidak hanya satu kali. Mengubah pandangan dunia bahwa negara kita aman untuk dikunjungi membutuhkan usaha yang berkelanjutan ( sustainability) bagi bangsa ini. Hal ini harus dapat diupayakan sedemikian penting dengan cara melancarkan strategi PR yang tidak hanya intelligen tapi juga kreatif. Dibutuhkan banyak lagi program seperti Indonesia Visit 2008 untuk mencapai sebuah pola pikir bahwa negara kita tidak hanya kaya akan budayanya tetapi juga aman untuk dikunjungi.


Berikut adalah sebuah PR literature yang berupa cuplikan Video Visit Indonesia 2008 :